Silpa BLUD - Jadwal Bimtek Pemda

Breaking

Silpa BLUD

Pengelolaan SilPA BLUD di lapangan masih menjadi permasalahan. Permasalahan utamanya adalah mengenai regulasi pengaturan SiLPA. Bagi yang sudah menjadi BLUD akan ada SiLPA di akhir tahun. Lalu pertanyaanya, bagaimana mengelola SiLPA tersebut, sebab jika tidak dikelola maka daerah bisa mengambil SiLPA yang ada. Hal itu disebabkan BLUD tidak dapat mengelola SiLPA yang dimiliki.

SiLPA bisa dikelola oleh BLUD itu sendiri dengan baik, dimasukkan dalam RBA ketika sedang menyusun RBA Definitif. Lalu akan muncul pertanyaan, bagaimana SiLPA dimasukkan dalam penyusunan RBA sedangkan SiLPA baru diketahui awal tahun, setelah RBA disahkan?

Jawabannya adalah proyeksi SiLPA. Contohnya penyusunan RBA dilakukan bulan September. Di bulan September tentu sudah diketahui realisasi pencapatan dan realisasi biaya, bisa memprognosakan akhir tahun aka nada SiLPA sejumlah berapa. Sehingga SiLPA yang dimasukkan dalam perhitungan RBA adalah SiLPA proyeksi. Untuk SiLPA yang sebenarnya bisa direvisi dalam RBA Perubahan.

Sangat perlu diingat bahwa SiLPA dapat dilakukan pencatatan seperti di atas dengan syarat sudah ada regulasi yang memperbolehkan SiLPA digunakan di awal tahun dengan cara demikian. Sebab jika tidak ada payung hukum, bisa menjadi temuan ketika diaudit.

SiLPA sebaiknya digunakan sebagai pembangunan sarana dan prasarana. Mengapa? Sebab biaya operasional akan ditanggung dari sumber dana BLUD tahun berjalan. Dengan pengelolaan SiLPA untuk perencanaan yang baik maka tentu BLUD akan cepat berkembang. Sarana dan Prasarana di sini adalah sesuatu yang menambah asset. Sehingga dari tahun ke tahun SiLPA digunakan untuk menambah modal BLUD.

Sarana dan prasarana di sini sebaiknya sesuai dengan RSB yang sudah dibuat, dengan catatan RSB ketika dibuat telah menjalani pembuatan RSB yang tepat, jika tidak ya SiLPA digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan. Lebih baik tidak digunakan untuk operasional, jika penggunaan SiLPA di operasional terlalu banyak, namun tidak menambah asset, maka SiLPA tersebut tidak efektife.

SiLPA di sini tidak sama dengan SiLPA di daerah yang penggunaanya dibatasi. SiLPA BLUD boleh langsung digunakan seperti di atas, dengan catatan adanya payung hukum yang jelas. Pengelolaan SilPA BLUD di lapangan masih menjadi permasalahan. Permasalahan utamanya adalah mengenai regulasi pengaturan SiLPA. Bagi yang sudah menjadi BLUD akan ada SiLPA di akhir tahun. Lalu pertanyaanya, bagaimana mengelola SiLPA tersebut, sebab jika tidak dikelola maka daerah bisa mengambil SiLPA yang ada. Hal itu disebabkan BLUD tidak dapat mengelola SiLPA yang dimiliki.

SiLPA bisa dikelola oleh BLUD itu sendiri dengan baik, dimasukkan dalam RBA ketika sedang menyusun RBA Definitif. Lalu akan muncul pertanyaan, bagaimana SiLPA dimasukkan dalam penyusunan RBA sedangkan SiLPA baru diketahui awal tahun, setelah RBA disahkan?

Jawabannya adalah proyeksi SiLPA. Contohnya penyusunan RBA dilakukan bulan September. Di bulan September tentu sudah diketahui realisasi pencapatan dan realisasi biaya, bisa memprognosakan akhir tahun aka nada SiLPA sejumlah berapa. Sehingga SiLPA yang dimasukkan dalam perhitungan RBA adalah SiLPA proyeksi. Untuk SiLPA yang sebenarnya bisa direvisi dalam RBA Perubahan.

Tapi perlu diingat bahwa SiLPA dapat dilakukan pencatatan seperti di atas dengan syarat sudah ada regulasi yang memperbolehkan SiLPA digunakan di awal tahun dengan cara demikian. Sebab jika tidak ada payung hukum, bisa menjadi temuan ketika diaudit.

SiLPA sebaiknya digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana. Mengapa? Sebab biaya operasional akan ditanggung dari sumber dana BLUD tahun berjalan. Dengan pengelolaan SiLPA untuk perencanaan yang baik maka tentu BLUD akan cepat berkembang. Sarana dan Prasarana di sini adalah sesuatu yang menambah asset. Sehingga dari tahun ke tahun SiLPA digunakan untuk menambah modal BLUD.

Sarana dan prasarana di sini sebaiknya sesuai dengan RSB yang sudah dibuat, dengan catatan RSB ketika dibuat telah menjalani pembuatan RSB yang tepat, jika tidak ya SiLPA digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan. Lebih baik jangan digunakan untuk operasional, jika penggunaan SiLPA di operasional terlalu banyak, namun tidak menambah asset, maka SiLPA tersebut tidak efektife.

SiLPA di sini tidak sama dengan SiLPA di daerah yang penggunaanya dibatasi. SiLPA BLUD boleh langsung digunakan seperti di atas, dengan catatan adanya payung hukum yang jelas.

JADWAL BIMTEK DI JAKARTA
18 - 19   Januari   2018
di Hotel Pessona Malioboro Jogja
24 - 25   Januari   2018
di Hotel Pessona Malioboro Jogja
08 - 09   Februari  2018
di Hotel Pessona Malioboro Jogja
13 - 14   Februari  2018
di Hotel Pessona Malioboro Jogja
23 - 24   Februari  2018
di Hotel Pessona Malioboro Jogja
02 - 03   Maret      2018
di Hotel Pessona Malioboro Jogja
07 - 08   Maret      2018
di Hotel Pessona Malioboro Jogja
14 - 15   Maret      2018
di Hotel Pessona Malioboro Jogja
23 - 24   Maret      2018
di Hotel Pessona Malioboro Jogja
28 - 29   Maret      2018
di Hotel Pessona Malioboro Jogja
05 - 06   April         2018
di Hotel Pessona Malioboro Jogja
11 - 12   April         2018
di Hotel Pessona Malioboro Jogja
19 - 20   April         2018
di Hotel Pessona Malioboro Jogja
23 - 24   April         2018
di Hotel Pessona Malioboro Jogja
27 - 28   April         2018
di Hotel Pessona Malioboro Jogja
03 - 04   Mei          2018
di Hotel Pessona Malioboro Jogja
11 - 12   Mei          2018
di Hotel Pessona Malioboro Jogja
16 - 17   Mei          2018
di Hotel Pessona Malioboro Jogja
23 - 24   Mei          2018
di Hotel Pessona Malioboro Jogja
07 - 08   Juni         2018    
di Hotel Pessona Malioboro Jogja
11 - 12   Juni         2018
di Hotel Pessona Malioboro Jogja
29 - 30   Juni         2018
di Hotel Pessona Malioboro Jogja

Fasilitas Peserta / Informasi Kegiatan : 
  • Akomodasi Hotel 4 Hari, 3 Malam Kamar Twin Share
  • Pelatihan selama 2 hari
  • Komsumsi (Coffe Break,Breakfast, Lunch dan Dinner)
  • Kelengkapan Pelatihan, Sertifikat dan tas ekslusif
  • Antar Jemput Bandara Bagi Peserta Group (Minimal 5 Orang)
Kontribusi Perpeserta :
  • Rp. 4.500.000,-/Menginap di Hotel dan Rp. 3.000.000,-/Tanpa Menginap di Hotel
Pendaftaran Peserta / Catatan :
Daftar peserta dapat dikirim di Fax 021-224432238, 021-22443223
email lkntraining@yahoo.com atau dapat dikirim melalui sms 082387444441

Konfirmasi pendaftaran Peserta Individu atau Kolektif dapat menghubungi contack kami
Undangan/Surat Resmi Segera kami kirim setelah ada konfirmasi
pendaftaran selambat-lambatnya 2 hari sebelum hari H
Kegiatan permintaan Bimtek Diklat bisa kami bantu di jakarta maupun luar jakarta

Kontak Person :
Dedy Hariyanto
Hp. : 082111112771 - 082387444441
BB.: Deddie

Tidak ada komentar:

Posting Komentar